RSS

Pahlawan tanpa makam pahlawan

21 Jun
  1. Dipancungnya Ruyati telah menimbulkan gelombang amarah seantero nusantara. Saat ini semua pihak mengutuk keras atas hukuman mati itu di Arab Saudi. Mungkin memang Ruyati tidka bersalah menurut hukum Indonesia, tapi harus diketahui setiap orang yang pergi ke negeri orang harus menaati dan melaksanakan hukum yang berlaku di negeri tersebut. Seperti pepatah Minang; "Dima bumi dipijak disitu langik dijunjuang". Dalam hal ini Ruyati menanggung konsekusi hukum pancung atas pembunuhan yang telah dia lakukan di Arab Saudi.
  2. Saya pun berpikir, apakah benar Ruyati yang membunuh majikannya? atau Saudara majikannya/anaknya/suaminya/oranglain yang membunuh majikannya kemudian Ruyati dijebak sebagai pembunuh? Saya juga tidak tahu apa yang benar, jika anda tahu tolong kasih tahu saya. Tapi saya juga belum tentu percaya anda, apabila anda hanya bilang katanya. Apalagi jika anda adalah seorang anggota Dewan atau birokrat. Yaa… saya mungkin telah menderita penyakit ketidakpercayaan birokrat tingkat tinggi. Makanya saya selalu absen selama Pemilu. Tapi itu bukan masalah bagi anda bukan ?
  3. Ditengah-tengah hiruk pikuk masyarakat yang tercengang dengan pemancungan Ruyati, saya membaca statement Wakil Sekjen PKS, Mahfudz Siddiq (Detiknews, 21 Juni 2011), "Kalau kita ingin betul-betul menghargai martabat bangsa, sudah kita stop saja kirim pekerja informal seperti pembantu rumah tangga. Tapi kita kirim tenaga formal seperti perawat, dokter atau teknisi," Saya pun bertanya kapan martabat bangsa ini menjadi perhatian anggota Dewan, kita lihat saja Senior Pak Siddig berbaris rapi bersidang di Pengadilan TIPIKOR, entah karena Cek Pelawat, terus Main Proyek mungkin nanti soal Century.
  4. Sepertinya beliau lupa, masalah yang harus dia selesaikan adalah bagaimana supaya jenazah Ruyati dapat dimakamkan di Tanah Air. Sekarang kita tidak tahu dimana beliau di kubur, apakah di Mekah, Madinah, atau dimana. Seharusnya itu yang harus beliau pikirkan. "Pak Siddig, Rakyat sudah tahu bahwa Negara ini telah gagal memberikan penghidupan yang layak, kami juga ingin punya rumah megah seperti Bapak, Ingin anak-anak kami sekolah sampai Perguruan tinggi kalau bisa kuliah sampai ke luar negeri. Persis sama dengan Bapak. Sehingga kami menyambung nyawa mencari uang ke negeri seberang, jika Negara ini sudah bisa membuktikan janjinya sesuai Pembukaan UUD 1945 maka mungkin TKI keluar negeri itu baru merendahkan martabat bangsa".
  5. Tugas Bapak sekarang adalah memulangkan jenazah Ruyati dan TKI lainnya yang telah dipancung di Arab sana. Saya berharap agar negara ini juga memberikan makam pahlawan buat mereka. Karena kata Bapak, mereka adalah pahlawan tanpa devisa. Sekarang mereka adalah Pahlawan tanpa makam pahlawan.
 
1 Comment

Posted by on June 21, 2011 in Advokat - Lawyer

 

One response to “Pahlawan tanpa makam pahlawan

  1. Dedi P.S. Poerba

    June 21, 2011 at 6:24 am

    Semoga kita bisa memahami sebuah kebenaran di balik sebuah hukuman.Juapun sebaliknya sebuah kesalahan.Perihal negara dalam hal ini pemerintah gagal memberikan penghidupan yang layak bagi rakyatnya itu sudah jelas karena itupun akan terus terjadi jika pendidikan tak dibenahi.Education is Number One.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: